Obat Penyakit Jantung

Hampir setiap orang yang dirawat oleh dokter karena menderita penyakit jantung dan pembuluh darah akan menerima resep atau obat; bahkan seringkali beberapa jenis obat yang berbeda. Kebanyakan pasien mengikuti apa saja yang diberikan oleh dokter tanpa pengertian bagaimana garis besar bekerjanya obat dan akibat samping yang mungkin terjadi.

Dengan terdapatnya sejumlah perusahaan pembuat dan pengedar obat, pentinglah pada saat ini untuk mengetahui obat yang akan dipakai. Menentukan resep obat untuk penyakit jantungĀ  merupakan kesenian dan keilmuan (art and sciene). Dokter mengetahui apa akibat yang ditimbulkkan dari obat-obat tertentu terhadap pasien, tetapi dia tidak mengetahui secara pasti apakah obat tertentu tersebut akan bekerja pada kasus-kasus yang tertentu pula. Sebagai contoh dokter menginginkan agar kerja nadi pasien diperlambat. Salah satu jenis obat yang dikenal sebagai beta blockers baik untuk maksud tertentu. Karena itu mungkin dia akan membuat resep untuk obat tersebut.

Ada beberapa jenis obat yang biasa diberikan oleh ahli medis disesuaikan dengan jenis penyakit jantung yang diderita pasien. Obat jenis pertama yang sering diberikan dokter adalah calsium channel blockers. Obat macam ini memiliki khasiat untuk mengendurkan dinding arteri koroner sehingga mencegah kekejangan koroner. Lagi pula mereka berlaku langsung pada sel-sel otot jantung yang menyebabkan sedikit berkurang dalam kemampuan kontraksi dan karena itu mengurangi permintaan oksigen miokardial.

Ada beberapa jenis obat dokter atau obat dengan nama generik dan ilmiah yang sering digunakan dan dimasukkan dalam resep obat dokter untuk obat penyakit jantung, adalah :

1. Calsium Channel Blockers

Calsium channel blockers efektif pada perawatan dan pencegahan angina dapat juga melebarkan arteri sekeliling sehingga mengurangi tekanan darah.

2. Diuretik

Diuretik menambah ekskresi garam dan airĀ  ke dalam urine, jadi mengurangi jumlah cairan dalam sirkulasi dan dnegan demikian menurunkan tekanan darah. Diuretik efektif dalam perawatan kegagalan jantung.

Contoh-contoh buatan komersial adalah Chortride, Lasix, Burinex, Aldactron, Dyazide, Moduretic, Lasix, HCT, Amiloride, Diamox, Furosetic, Furosemid, Hygroton, Diurefo, Furosix, Farsix, Natrilix, Carpiaton, Farsyx, Hugroton, Aldactone, Aldazide Cetasix dan Ampugan.

3. Digitalis

Obat-obat digitalis menambahkan kekuatan kontraksi otot jantung, sehingga dapat memperbaiki kemampuan jantung yang melemah. Obat-obat tersebut juga digunakan sebagai obat antiaritmia karena memperlambat transmisi implus elektris. Obat-obat digitalis dipakai dalam perawatan kegagalan jantung sering dalam kombinasi dengan diuretik. Obat-obat itu juga efektif dalam pengendalian dan pencegahan aritmia jantung tertentu.

Contoh obat jenis ini adalah Digoxin, Lanoxin, Fargoxin dan Lanitop.

4. Obat anti aritmia

Obat-obat anti aritmia dipakai pada perawatan dan pencegahan aritmia jantung. Beta blockers bekerja dengan menghambat aksi adrenalin terhadap reseptor beta (penerima ujung sayraf atau indera penerima rangsang) pada jantung. Ini mengakibatkan perlambatan denyutan jantung. Dixogen memperlambat transmisi implus elektris melalui node AV jadi memperlambat kecepatan denyut ventrikal.

Contoh-contoh obat tersebut adalah Inderal, Lanoxin, Norpace, Pronesty, Kinidin, Tambocor, Toncard, Cordarone, Verapamil, Quinidine, Sotacor, Mexitec, Isoptin, Maintate.


=====================================

>>> Kapsul Herbal Obat Jantung Untuk Mengembalikan Kesehatan Jantung, Membantu Mengobati Penyakit Jantung, Bantu Atasi Lemah Jantung, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Obat Penyakit Jantung and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>